Jumat, 07 Januari 2011

perpisahan dengan senja

Di sudut temaram kau semakin menjauh
merangkak
lamban
menuju kepada hilang
tinggal senja kau sisakan untuk hari ini.
tanpa kata, tanpa suara.

: "selamat jalan"

2 komentar:

  1. kata orang pakistan

    "hati-hati di jalan"

    lalu anin bertemu burhan di suatu kafe yang sebut saja kafe
    dan menurut analisis burhan (yang sering dipanggil siti meriam belina; burung hantu-- entah mengapa)

    "puisi anin ini sama sekali tidak mempresentatifkan keluguan anak dibawah umur yang sering saya gauli"

    anin: "ah bapak, saya kan sudah cukup umur"

    burung hantu: diam*

    anin: "saya punya pertanyaan pak, kail, kail apa yang jago puisi?"

    burung hantu: diam-- menyesali punya didik bernama anin"

    anin: "jawabannya kail anwar"

    burung hatu: diam-- bukan menyesal tingkatannya kali ini, tapi ingin rasanya membelikan anin seperangkat alat sholat

    komen ini dipersembahkan:
    Baladakucingkenyot*

    BalasHapus
  2. sepertinya kata-katamu penuh dendam, herry?
    tak baik membicarakan ayah sendiri di sini. mengko kualat kata orang jawa.

    BalasHapus

anindija

anindija
saya menyukai kendaraan ini bukan hanya karena bentuknya yang lucu, unik, pun menggemaskan namun lebih kepada saya sering kali merasa nyaman dan santai ketika menungganginya, biar terlambat datang kuliah saya tak merasa panik atau kelimpungan di jalan. dia telah membawa saya kemana saya suka serta senang-senang sampai hati susah jadi hilang.

sekedar menyapa

saya hanya ingin sedikit bicara ala kadarnya kepada anda, mari meramu kata!