Rabu, 02 Februari 2011

kepada -nya

bu, aku ingin menangis lalu menulis sangsi ini lewat pelukmu.
mencumbu keringat, merasai tenang di bawah ketiakmu, aku damai.
kerna kau selalu menyambutku tanpa keraguan

sedang bapak,
aku (harus) tersenyum ketika kujumpai pilu, kerna ia selalu menutup pintu bila airmata ini masih hangat

anindija

anindija
saya menyukai kendaraan ini bukan hanya karena bentuknya yang lucu, unik, pun menggemaskan namun lebih kepada saya sering kali merasa nyaman dan santai ketika menungganginya, biar terlambat datang kuliah saya tak merasa panik atau kelimpungan di jalan. dia telah membawa saya kemana saya suka serta senang-senang sampai hati susah jadi hilang.

sekedar menyapa

saya hanya ingin sedikit bicara ala kadarnya kepada anda, mari meramu kata!