Berulang kali saya membacakan puisi Dorothea Rosa Herliyani yang berjudul "Kepada Penari". Berawal dari pencarian data mengenai gerakan perempuan pada Jurnal Perempuan. Setelah mengoleksi beberapa jurnal, saya mulai menyadari bahwa di setiap akhir jurnal tersebut selalu ada karya yang fresh dari para penulis perempuan yang sering kali memang tidak dimuat dalam buku antologi mereka atau bahkan berkeliaran di dunia maya. Saya salah satu yang beruntung menemukan puisi tersebut. Sebab, setelah saya bacakan ada beberapa yang kemudian mengeluh pada saya di mana harus mencari puisi tersebut dan akhirnya meminta kepada saya. *lanjut besok ("besok"-nya orang Jawa) puisinya akan saya posting.
Akhirnya saya mencoba menjadi orang yang baik dengan benar-benar melanjutkan postingan ini, tepat satu hari setelah tulisan di atas, hahaha.
baik langsung saja begini puisinya:
"Kepada Penari"
karya Dorothea Rosa Herliyani
aku dengar lenguhmu yang kering
dalam gerak jemari dan selendang terbuang
kuikuti jalan asing dari detik ke abad:
detak tumit dan lenting rambutmu yang gelap.
engkau menulis kehidupan yang sunyi tapi gaduh ..
*upss saya tidak berjanji untuk menuliskan seutuhnya.
lengkapnya bisa dilihat di Jurnal Perempuan edisi 62, halaman 135.
tapi saya akan mengungah video saya yang berkolaborasi dengan violist